Obsesi Cinta Sang Mafia
Ucap Amara dalam hati.
Alex kembali melirik ke arah Amara, ia menatap bibir Amara yang terlihat menggoda imannya"Sialan, kalau saja jalanan ini sepi, sudah pasti aku melumat bibir itu, argh brengsek." Ucap Alex dalam hati, sungguh ia benar-benar ingin merasakan bibir itu, ia ingin melumatnya dengan lembut, ia ingin merasakan setiap inci dari mulut kucing nakalnya yang cerewet itu, namun sayang sekali, kondisinya tidak memungkinkan bagi dirinya untuk melakukan hal yang dia inginkan.
"Lihat depan om, aku gak mau mati muda karena kecerobohan om itu." Bibir cerewet itu kembali memprovokasi Alex, rasanya Alex ingin sekali membungkamnya langsung supaya bibir itu diam.