Jadul Tapi Mantul
Air mata pun kukeluarkan demi terlihat sempurna cerita.
"Ini musibah bagi Arini, jangan kita tambah lagi penderitaannya, mari kita lanjutkan ijab kabul," kata seorang pria berpeci hitam, aku kenal pria itu, dia pegawai pencatat nikah di daerah kami.
Kulihat ustadz Rizal, dia terus menunduk, itu memang kebiasaan laki-laki soleh tersebut, jika bicara dengan wanita, dia akan menundukkan pandangan.
Hot Chapters