Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua

Intan memancing Tita dengan sebuah cerita. "Iyakah, Tan?" Dan Tita sepertinya tertarik. Intan pun segera melanjutkan ceritanya. "Iya. Tante gak bohong. Tanya aja sama Bella kalau gak percaya." "Kenapa Bella gak suka sekolah? Bella juga suka dibully temannya, ya?" Eh? Kok? "Nah, iya. Bella suka di bully dulu. Soalnya dia itu kan usil, suka gangguin temen-temennya. Makanya diusilin balik. Tita juga kayak gitu, ya?"
9.879.7K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as cerpen bullying singkat
Show Reviews (38)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Bella,kwmu isengnya keterlaluan....sampai berantem segala..... Nurhayati....hati hati kalau janji sama anak kecil....harus ditepati Waaah...Devia bakalan jenguk pak Aksa,nih.... Teman teman paparazzi....ada berita hangat headline nih.........
Indri saputra
ceritanya bagus bgt, dan gak nyangka dikira bakalan jadi sama si papa tau²nya ada pemain dari novel sebelumnya......... kenapa pemainnya saling bersangkutan yaa mih? jadi membingungkan....hehehee semangat terus untuk novel² selanjutnya yaa mih ......
Read All Reviews
Cinta Bersegi

Cinta Bersegi

"Iya, Pa. Aku juga suka nulis-nulis, pernah aku up cerpen di sebuah komunitas literasi. Aku nggak kuat Pa ...," "Lho, kenapa nggak kuat, apa sebabnya?" "Aku nggak kuat menghadapi bully-an para pembacanya, Pa. Banyak mereka menganggap apa yang aku tulis itu kisah nyata. Jadi misalkan aku menulis sesuatu yang kadang-kadang membuat mereka emosi atau tertawa, mereka bertanyanya pengalaman pribadi, ya?" jawab gadis ini sambil menarik nafas panjang, "ini tidak apa-apa, yang mengerikan adalah kadang sampai ke inbox juga, Pa. Aku di caci-caci, padahal cerpen-cerpen yang aku buat itu kan mengkhayal? Repot, ya? Jadi seorang penulis itu kudu kuat mentalnya."
9.94.0K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Pernikahan Dini : Brittle

Pernikahan Dini : Brittle

ujar Brian seraya menepuk bahu Biya lalu berlalu di ikuti kawan satu gengnya. “Anjir! Brian deket sama Biya? Liat cuma Brian yang ga pake jaket! Jaket yang di pake mereka itu limited edition! Ga mungin beli atau bikin” pekik salah satu Siswi yang berlalu lalang. Brian mengabaikan kehebohan di sekitarnya, walau dia tukang bully dia tidak bisa melihat perempuan di bully. Dia menyesal selama ini diam saat perempuan di bully.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

Jatuh Cinta Kepada Duda Tampan

“Punya, meninggal karena jadi korban bullying. Adiknya itu bunuh diri dengan cara gantung diri. Darimana Cahyo adiknya itu korban bullying? Dari secarik kertas yang ditinggalkan adiknya itu, dan di dalam kertas tersebut, berisi curahan.” Andhira berdecak, “Aku paling kesel kalau sama yang suka bully, makanya aku gak pernah ngebully. Mental setiap orang berbeda-beda, bahkan aku rela muterin lapangan sepuluh kali, waktu itu aku kelas 2 SMP.” “Oh iya? Kenapa bisa dihukum?” tanya Arsenio, menanggapi cerita yang dimulai Andhira. Dirinya bersyukur, karena Andhira tidak membahas lagi soal ingin mengakhiri hubungann.
9.919.4K viewsCompletedAdded to Library 485 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Embun Cinta

Embun Cinta

Bahaya Bullying Belum lama ini ramai informasi mengenai siswa MTS Negeri 1 Kotamubagu, Sulawesi Utara yang meninggal dunia akibat mendapat perundungan dari sembilan orang teman sekolahnya. Perbuatan perundungan atau bully (bullying) hingga meninggal dunia tersebut, menambah kasus baru tindakan kekerasan di sekolah yang berujung kematian. Seperti yang diketahui, bullying sendiri memberikan dampak buruk, terutama kepada korban. Tindakan bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi bisa di mana saja. Tindakan bullying akan meninggalkan trauma berat bagi korban. Hal tersebut juga dapat mengancam masa depan dari orang tersebut.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10146.7K viewsCompletedAdded to Library 5.9K Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Rio sadar dan buru-buru melepaskan cengkraman tangannya sembari mengucap maaf. "Kita mau mengobrol tentang apa, Pak Polisi? Tentang betapa kejamnya efek bullying terhadap seseorang atau cerita tentang rumput yang bergoyang?" Keira tidak bisa mengerem laju kata-kata pedasnya. Memang susah untuk merubah kebiasaan lama. Ia selalu bersikap seperti ini apabila merasa zona amannya diserang.
1091.3K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Korban Perceraian

Korban Perceraian

Korban Perceraian Part4 Bullying di sekolah pun mulai mereka terima, kebencian yang Naura tanamkan di hati teman-temannya, begitu dalam kepada si Kembar, yang bahkan juga menjadi korban kegagalan orang tuanya. Danur berlari ke ruang kelas Ganesa. "Nesa," teriak Danur, dengan napas tersenggal, dia berusaha mengatur laju napasnya.
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Ia menatap layar laptop, membaca ulang kalimat pembuka yang baru saja mereka susun bersama: “Bullying bukan sekadar ejekan. Ia adalah luka yang tak selalu tampak, tapi bisa berujung pidana.” Nawang tersenyum kecil. Kalimat itu terasa tepat — seperti cerminan hidupnya sendiri. Bambang Wiryawan, ayah Kenes, baru saja pulang dari rumah sakit ketika rapat kelompok Nawang masih berlangsung. Meski tampak lelah, ia tetap menyempatkan diri menengok ke ruang tamu tempat anak-anak berdiskusi. “Wah, ramai sekali ini,” ujarnya sambil tersenyum lebar. “Lagi rapat untuk tugas PKM, ya?”
1018.7K viewsOngoingAdded to Library 411 Times as cerpen bullying singkat
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status