Jejak di Balik Pesantren
“Aku adalah... bayangan dari bayangan Penulis. Aku tidak pernah ditulis, hanya direncanakan. Aku bukan Penulis, bukan Pembaca, dan bukan Karakter. Aku adalah yang seharusnya ada tetapi tidak pernah dipilih untuk hidup.”
Kapten Arya melangkah maju. “Apa yang kamu inginkan?”
Lelaki tua itu tersenyum. “Aku ingin mengambil kembali cerita yang telah dilupakan. Cerita tentang semua tokoh yang hanya muncul sekali, lalu dibuang. Cerita yang tidak selesai. Cerita yang kalian pikir tak penting, tapi bagi kami, itu segalanya.”
Langit di atas mulai gelap, bergelombang seperti tinta tumpah. Kata-kata dari pembaca mulai berjatuhan, menghujani mereka: harapan, trauma, cinta, kemarahan. Semuanya tertulis di
Hot Chapters