Penjaga Idaman
tegur Kastara yang masuk tiba-tiba tanpa suara hingga membuat gadisi itu spontan mendongakkan kepala ke arah pintu dan tangannya langsung mengusap tetesan air di dagunya.
“Sudah, jangan sedih. Aku pasti akan menikahimu, Shena. Walau aku dan kau mungkin belum ada rasa sekarang ini. Tetapi seperti kata pepatah, cinta bisa tumbuh seiring waktu. Bagaimana? Aku sudah mirip dengan filsuf terkenal tidak?” tanya Kastara dengan seringai di wajahnya.
“Kau salah makan, ya? Aku tidak tahu jin apa yang merasukinya, tetapi … ya, aku senang terjebak denganmu,” jawab Shena cepat.
Hot Chapters