Wanita Yang Pernah Kau Buang
jawabku
Aku memulai pekerjaan ini dengan sedikit hati tak tenang, entah ini karena pernikahan Mas Bagas atau karena menolak tawaran Satria yang begitu berharap untuk makan bersama siang ini.
"Kenapa murung, Nis? Ada masalah?"
"Hmm enggak Mbak."
"Cerita saja gak masalah, aku siang dengarkan kamu kok,"
"Hari ini suamiku menikah, Mbak"
"Apa? Serius kamu?"
Aku pun hanya mengangguk, ya memang begitulah kenyataannya bahwa hari ini adalah hari pernikahan Mas Bagas untuk kedua kalinya.
"Astaga. Sumpah ya, Nis, gak habis pikir sama jalan pikiran suami jamu itu. Kenapa gak lapor polisi saja, mereka nikah diam-diam loh."
Chapitres populaires