Samaran Terakhir
Siapa pun boleh datang dan menuliskan cerita di halaman pertama, dan jika ceritanya cukup kuat, buku itu akan tumbuh sendiri.
Adrian? Ia tak tahu mengapa ia suka menulis. Tapi setiap malam, ia tetap mencatat sesuatu. Kadang mimpi, kadang suara angin, kadang perasaan aneh ketika melihat Lena dari jauh dan merasa ada sesuatu yang hilang… atau mungkin pernah ada.
Sampai suatu hari, ia menemukan satu halaman kosong yang tidak seperti lainnya. Halaman itu terbungkus dalam tinta emas yang hampir tak terlihat, seolah berasal dari dunia lain.