Satu Tahun Jadi Istrimu
Karan tersenyum samar, lalu menepuk boneka besar yang kini dipeluk Tavira.
“Aku hanya ingin kau bisa tersenyum lagi, Tavira. Kalau nanti kita bertemu lagi, aku ingin melihat senyum itu, bukan air mata.”
Tavira menggigit bibir, menahan rasa yang sulit ia uraikan. Antara terharu, gugup, dan takut. Tapi di balik semua itu, ada secercah rasa nyaman yang baru.
Pertemuan singkat itu berakhir setelah beberapa menit. Karan pamit, dengan janji singkat bahwa ia akan kembali sibuk di kantor.
Bab Populer