Suamiku, Adik Iparku
Mentari Putrilirik ibu ku sayangterima kasih ibunot satu satu aku sayang ibukasih sayang seorang ibu
Mbok menyerahkan uang yang sudah terlipat berantakan.
Tanpa sempat menghitungnya aku lari meluncur pergi, kembali ke rumah adikku.
“Neng, selamat ya? Jadi istri siri!” teriak salah seorang Ibu tanpa tahu malu, sengaja membuatku risih mendengarnya.
“Bahaya nih kalo kampung kita sekarang ada pelakor,” timpal ibu lainnya.
Aku hanya bisa menulikan pendengaranku. Menahan diri agar tidak terpancing oleh mereka.