SUAMIKU MATI DI TANGANKU
Ibu-ibu yang sedang kesetanan berdiri menyambut dan menghadang langkah kami.
“Pelacur Pembunuh!” Sambil menghardik, Ibu itu melayangkan sebuah pukulan dengan kayu ke arahku. Aku menangkis dengan tangan kiri. Menyisakan ngilu tak terperi. "Kalian membunuh anakku!" Ibu itu mengamuk, mengayunkan kayu dan terus menyerang secara membabi buta. Sayangnya, nyaliku sedang di batas ambang paling tinggi, darahku sedang dalam keadaan menggelegak. Tak sadar, 1 kali ayun, tonjokanku mendarat ke wajah si Ibu. Abai pada sopan santun, wanita tua itu kurubuhkan. Walau memukulnya, serasa memukul Ibu sendiri, tapi rasanya wanita tua itu pantas diperlakukan seperti ini.
Ibu itu huyung, dia rubuh ke pasir. Aku m