Susahnya Jadi Mas Joko
“Iya, Ko. Pada awalnya aku sih tidak yakin. Karena, waktu kita ketemu dia di alun-alun kota tempo hari, dia kan cuek bebek, begitu. Mukanya jutek, keriput seperti ketek kamu. Nah, kamu ingat waktu aku bilang dia menghubungi aku lagi lewat aplikasi pesan di facxbook.”
“Terus?”
“Di situ starting point-nya, Ko!”
Alex si mantan gembala sapi ini bisa ngomong ‘starting point’? Hemm, keren, keren juga, gumamku dalam hati. Terdengar sangat intelek, modern, dan..,
“Terus?” tanyaku lagi yang penasaran.
"Ya, selanjutnya kami sering chatingan seperti biasa. Ngobrol-ngobrol segala macam. Anu, ini, itu, segala macamlah pokoknya.”
Hot Chapters