BUKAN MEMPELAI IMPIAN
“Kalau gitu, boleh dong kakak cium Keya?”
“Tuh kan modus lagi deh.”
Liam terkekeh. Toh dia hanya bercanda, asal ngomong, walau jika bener boleh cium, juga makin seneng.
“Boleh, ghak?” tanya Keya kembali.
“Iya, kalau kamu memang senang. Lagipula, aku tau kamu pandai menggambar. Guru PAUD kan harus pandai menggambar."
“Tau dari mana?”
Liam yang dari tadi berselancar di handphone, menggulir ke galeri. Diperlihatkannya lukisan Keya yang sempat difotonya ke hadapan Keya.
Hot Chapters