Gairah Istri Kelima Juragan
ucap pria dnegans setelan jas putih itu.
"Kami makan permen ini ketika lelah selepas bermain di lapangan," ucap Panglima sambil mengenang masa lalunya. Berpuluh-puluh tahun yang lalu.
"Desa ini, dulu, sangat hijau makmur, subur. Semua rakyatnya bahagia tanpa terkecuali. Memang manusia-manusia berhati jahat itu ada saja tersempil di antara orang-orang berhati baik. Tapi dulu, kami adalah anak-anak kecil yang masih polos dan putih hatinya. Aku, Jaka, Dominic, Moko dan Chandrakanta kerap bermain di lapangan. Apa saja kami mainkan. Moko dan Chandrakanta yang memang dari keturunan keluarga kaya raya membawa mainannya dari rumah kelapangan. Terkadang kami terkesima dibuatnya."