Hati yang Terbagi
Untuk seminggu ke depan aku jarak akan memisahkan kami.
'Tenang, Al, hanya seminggu,' batinku menenangkan.
Hari pertama tanpa Mas Ubay, aku terbangun kesiangan, karena semalaman Hafidz rewel dan aku hanya mau digendong.
"Hafidz sini sama Mama, Al. Kamu istirahat saja," ujar Mama melihat mataku memerah menahan kantuk.
"Tapi, kamu sarapan dulu. Mama sudah masak sayur bening untuk kamu,"