Pelakor Itu Tanteku
Waktu Sifa melihat kalian di taman tadi siang, Sifa masih berusaha bertahan dengan rasa sakit, tapi untuk kali ini, semuanya sudah lebih dari cukup untuk Sifa diam dalam kebohongan.
Mas Pram terlihat kaget saat aku mengatakan apa yang kulihat di taman tadi siang. Pandangannya nanar, matanya terlihat memerah.
Suasana hening sejenak saat aku diam dengan rasa sakitku.
Ini bukan mimpi.
Kalau saja dari awal aku tidak mendapatkan perlakuan yang istimewa dari suamiku. Mungkin semua tidak akan sesakit ini.
Rasa sakitku menjadi lengkap, di saat yang menorehkan luka di hati ini bukanlah orang lain. Melainkan suami dan tanteku sendiri.