Kala Hidup Mengalir dengan Damai
Selanjutnya, dia membuka mulut dan berkata tanpa suara, “Tamatlah riwayatmu.”
Pada detik selanjutnya, ketika berjalan mendekat, Nadia tiba-tiba menumpahkan anggur merah itu pada dirinya.
“Prang!” Gelas kaca itu pun jatuh ke lantai.
Pada detik berikutnya, Nadia melangkah mundur dengan terhuyung-huyung dan mata memerah. Kebetulan, dia tersandung gelas itu dan kehilangan keseimbangan. Setelah terdesak mundur beberapa langkah, dia pun jatuh ke pelukan Kayden.