TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
Mata itu menatap dalam ke dasar mataku.
“Dia berbohong soal hamil, bertemu pun tidak lebih dari lima kali. Dan kami tidak pernah tunangan sama sekali, Rin. Dia yang memberi cincin ke Abang begitu saja, tidak ada orang tua atau keluarga yang menyaksikan. Apanya yang tunangan? Satu hal yang sebenarnya Abang malu untuk mengatakannya. Cynthia pada awalnya hanya perempuan yang Abang minta berpura-pura menjadi pacar Abang di pesta ulang tahun malam itu. Entah waktu itu Abang punya banyak alasan kenapa harus melakukan itu.”
Lelaki di hadapanku berkata dengan emosional. Alis lebat hitamnya naik ke atas menaungi matanya yang terlihat penuh kegusaran.