Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Wanita itu terpejam, membuat buliran air mata semakin luruh berjatuhan. “Riani adalah cinta pertamaku. Kau tahu sendiri jika cinta pertama adalah yang paling membekas.” “Kalau begitu, jadikan aku cinta terakhirmu. Kau tahu cinta terakhir adalah yang paling tulus menerimamu apa adanya.” “Aku mencintai Riani.” “Tak bisakah kau belajar mencintaiku?” “Andai bisa, kau tak akan mendapatkan cinta yang utuh. Karena sebagian cintaku menjadi milik Riani. Kau mau hidup dengan suami yang masih mencintai orang lain?”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tertukar

Cinta yang Tertukar

Di layar tersebut, penampilan menawan keduanya sangat menarik perhatian. "Tuan Muda Lastana benar-benar sudah menderita," gumam Siska dengan nada jijik. "Ternyata mau juga menemani mempelai perempuan bermain-main kekanak-kanakan seperti itu." Yara menarik sudut mulutnya. Benar. Cinta dan tidak cinta, ternyata perbedaannya begitu tragis. Namun, jika dilihat dengan lebih dekat, bagian yang ada Yudha memang tidak terlalu banyak. Siska mengerutkan bibirnya dan naik lift bersama Yara.
9.6196.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Tna Sr
ceritanya keputus dan gak jelas lanjutanny dijudul apa. banyak yg tanya dan penulis no respon. Ide cerita dan ceritanya ini agak mirip dgn judul lain yg pernah saya baca tamat. saya anggap ini duplikasinya dgn versi penulis.
Melisa
Ceritanya mufah di tebak karena melanie selalu bisa curi hasil rara. Dan selalu berulang banyak cerita yang mirip karena tokoh utama tang terlalu bodoh. Saya pastikan tidak akan lanjut membaca klo alurnya monoton begini. Mgkin buat penulis bisa di kasih kesempatan Buat rara membuktikan hasil karyany
Baca Semua Ulasan
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Masih kecil, apakah nyawa yang di dalam sini bisa merasakan kalau aku sedang pamitan dengannya? Air mataku turun dan menetes di atas bantal. Gino bilang ini adalah hadiah dari Tuhan, dia mencoba untuk membohongi dirinya sendiri. Kami bilang seumur hidup ini akan bersama-sama jalan sampai akhir. Di jalan, melihat kakek tua yang mendorong kursi roda, kami berdua masih iri dan bilang kedepannya kami juga harus gitu. Walaupun satu orang sudah nggak bisa jalan, satunya lagi mau ke mana pun tetap harus mendorongnya.
20.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kadaluarsa

Cinta yang Kadaluarsa

"Kita bertiga sudah terjebak dalam lingkaran ini terlalu lama. Nggak akan ada kebahagiaan di ujung jalan ini." "Sama seperti gaun pengantin itu—sekali sobek, nggak bisa diperbaiki. Kalau pun dijahit ulang, hasilnya nggak akan sama. Dan kalau dipesan baru, tetap saja ukurannya nggak akan pas." "Itulah akhir dari aku dan kamu." Aku berdiri, menatapnya dengan tenang. "Jadi, jangan cari aku lagi. Aku nggak sanggup terima cinta kalian."
48.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

ucap Ardi Amplop itu terayun begitu dekat di hadapan Anggi, seakan cinta bisa ditukar dengan lembaran rupiah. Anggi menatapnya lama, lalu tertawa. Tawanya getir, patah, seperti kaca yang pecah.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Yang ada justru napas panjang, seolah beban berat yang selama ini menindih dadanya akhirnya terangkat. Ia menatap Cinta untuk terakhir kalinya. “Makasih buat semuanya, Cin,” ucapnya lirih namun jelas. “Makasih udah ngajarin gue kalau musuh paling berbahaya memang orang terdekat kita.”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Cinta Gita

Cinta Gita

Ia melambaikan tangan dengan penuh percaya diri ke arahku. ​"Cieee, yang disapa jagoan lapangan!" ledek Azizah sambil menyenggol bahuku gemas. ​Aku hanya membalas dengan lambaian tangan canggung. Permainan pun dimulai. Ale benar-benar membuktikan ucapannya, dia tidak pernah menyerah mengejar bola. Kelincahannya membuat penonton bersorak setiap kali ia melewati lawan.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Di Ujung Perpisahan

Di Ujung Perpisahan

"Hanya ingin menebus kesalahanku. Jika memang pintu untuk kembali telah ditutup, maka aku ingin diberi kesempatan untuk membahagiakannya." Davina tak bisa memberikan komentar bagi lanjut. Pintu untuk kembali bersama memang ditutup tapi cinta bisa menembus jurang yang telah memisahkan mereka. Sudah dua hari sejak transfusi, Indah kembali dievaluasi oleh dokter Emil. Sore ini, dia akan menjalani kemoterapi. Yaitu dengan cara memasukkan obat ke dalam infusnya. "Mungkin ada efek sampingnya setelah ini, Nyonya." Ucap perawat yang berjaga. "Anda mungkin merasa tidak enak di bagian perut."
1047.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Sampai air matanya jatuh. Ia tahu... ini bukan penolakan. Ini justru bentuk cinta paling dewasa yang pernah ia terima: cinta yang tidak meminta, tapi berjuang diam - diam. Dan malam itu, Nadira duduk kembali di depan HP bututnya. Layarnya sudah retak di ujung kiri atas, baterainya cepat habis, tapi benda itu lebih dari sekadar alat — itu saksi perjuangan panjang yang tak pernah dilihat siapa pun. Hanya dia dan… Reihan.
10985 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Milikmu

Terpaksa Menjadi Milikmu

Masih begitu pagi. Begitu ia menyibakkan gorden tipis yang menutupi kaca jendela itu, matanya langsung terpaku pada dua sosok pria yang tengah asyik bermain bola di tengah taman indah di bawah sana. Husam terlihat bertelanjang dada, pemandangan itu langsung membuat Sadia melupakan setiap rasa sakit dan penderitaan yang kembali muncul dalam mimpinya. Sadia terus mengamati pria tampan itu. Tubuh atletisnya dengan sigap bergerak mengontrol bola, sedangkan Ken terus berusaha merebutnya. Semakin diperhatikan, pria itu terlihat semakin memikat.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai cinta di ujung sajadah pemain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status