Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Menghukum anak itu habis-habisan dan mengurungnya di dalam rumah.
“Mengapa cobaan hidupku seperti ini? Bercerai, banting tulang sendiri, sampai harus menanggung malu atas perzinahan anak gadisku?” gumamku sambil terisak.
Tak kuat lagi aku menahan beban ini sendirian. Namun, untungnya aku masih bisa berpikir jernih. Segera kusalin nomor telepon si Boo dari akun W******p milik Zulaika ke aplikasi Microsoft Word. Percakapan mereka juga berusaha kulakukan screen shot dan menyalinnya menjadi gambar melalui aplikasi Microsoft Paint. Aku bersyukur, di usiaku yang ke-43 tahun ini, aku tak gaptek dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Demi mengimbangi Zulaika, aku rela membuat akun Twitter dan I***