Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Hanya anak-anak jaman now yang mamanya terinfluence oleh content creator saja, yang mau membawa bekal makanan ke sekolahan. Calon penguasa sejati seperti dirinya pantang bertingkah layaknya anak Taman Kanak-Kanak. Ada kantin kan untuk diborong jualannya. Kasihan Bapak dan Ibu yang berjualan kalau semua anak dibekali makanan oleh setiap orang tuanya. “Dua ratus ribu, Ichell jalan!” nego anak itu, tak tanggung-tanggung dalam memoroti papanya.
1096.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
My Cold Husband Is A CEO

My Cold Husband Is A CEO

Setelah beberapa detik, Cia baru menyadari dan mencerna perkataan papanya dan reaksinya setelah itu benar-benar mengerikan. "Cia dijodohkan? Hahaha... Papa becanda? Aduh Pa, bagi Cia becadaan Papa itu sama sekali nggak lucu. Garing banget, Papa mau nge-prank Cia, ya?" Cia geleng-geleng sambil tertawa geli melihat papa dan mamanya. "Cia, Papa serius." Xavier berujar dengan nada yang serius untuk meyakinkannya. "Pa, Ma, ini sudah zaman modern, bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Sudah bukan zamannya hal yang seperti itu " Protes Cia.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Asisten Pribadi Tuan Muda

Asisten Pribadi Tuan Muda

Padahal tetangganya yang hamil itu masih berusia muda dan masih sekolah di jenjang SMA. Anak jaman sekarang pergaulannya sudah terlalu bebas dan mengkhawatirkan. Bukan lagi main kelereng, main kejar-kejaran sembari nyanyi lagu India, main timpuk-timpukan ataupun main adu otak, tapi sudah main memvisualisasikan suami istri beneran sampai lupa diri sangking keenakannya.
9.4128.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Sahut Cakra tidak sabaran. Cakra tidak merokok, tapi dia menghisap vape. “Jadi gini, semakin gue tua, gue mikir lebih panjang, misalkan nanti kalo pasangan gue marah, gue bisa sabar apa enggk ya, gue bisa nerima dia pas dia badmood, gue bisa nenangin dia apa nggk, trus nanti kalo udah punya anak, gue bisa mendidik anak gue dengan benar apa nggk, karena coba lu sendiri liat jaman sekarang, apalagi dijakarta ini, berapa banyak anak muda, ga usah jauh-jauh kaya disekitar kita ajalah, banyak remaja yang terjerumus pergaulan bebas, hamil diluar nikah, itu penyebabnya apa? Bisa jadi dari orang tua mereka sendiri bro.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti yang Tak Dicintai

Istri Pengganti yang Tak Dicintai

"Nanti kalau bayiku sudah besar, aku pasti akan main ke sana." "Untuk apa menunggu bayimu besar?" sahut Feli menatap aneh. "Kita ini bukan orang tua zaman dulu yang apa-apa harus menunggu. Zaman kita sudah jauh berbeda. Mau anak kita masih bayi atau sudah besar, mereka akan aman. Karena fasilitas penunjang zaman sekarang yang sudah jauh lebih baik." "Ya, aku tahu." "Ya, terus?"
1088.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Allea, Anak yang Dirahasiakan

Allea, Anak yang Dirahasiakan

"Aku ikut aja, Kak. Benar kata Kak Ken, Lea udah besar ditambah lagi dia sekarang semakin sibuk dengan teman-temannya." "Jadi, kita bikin adek buat Lea, ya?" ajak Kenan yang sudah semangat. Nayla hanya tersenyum mengisyaratkan dia mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya. Zaman memang telah berubah. Sekarang anak kelas enam sekolah dasar pun mengenal arti cinta online bahkan cinta sesama teman sekolahnya. Pubertas anak zaman sekarang memang benar-benar mengerikan terutama untuk orang tua yang terkesan cuek karena kesibukan aktivitas diri di tempat kerja.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Bicara dengan anak zaman sekarang, sering kali diakhiri dengan pertanyaan berawalan ‘kenapa’. Berbeda dengan zaman dulu yang ditanggapi dengan jawaban ‘iya’. Anak sekarang kalau penjelasan tidak masuk di otaknya, apa yang kita bicarakan dianggap angin lalu. Walaupun dipaksa menjawab iya, sejatinya masih ada keraguan di kepalanya. Seperti Amelia sekarang yang mempertanyakan jodoh itu bagaimana?
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46.4K kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Astika Buana
Maaf, ya. Minggu ini tersendat update. . Penulis lagi siaga satu. Alhamdulillah sudah dilancarkan proses persalinannya, dan baby boy lahir dengan selamat. . Diusahakan hari besuk keseruan keluarga Maharani dan Kusuma kembali hadir. . Terima kasih atas dukungannya.
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Baca Semua Ulasan
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

Aku menunggu cerita selanjutnya. "Sambil bayar, aku ngobrol-ngobrol sedikit dengan beliau. Dia terlihat senang sekali melihat Aga dan Banyu yang ceria hanya dengan permainan gelembung sabun. Zaman sekarang susah menemukan anak yang gak kecanduan gadget. Anak-anak kita sama dengan cucunya. Bedanya cucunya memang gak punya gadget karena keadaan mereka.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

Pernikahan Tak Seindah Status di Media Sosial

"Bu, ini bukan zaman purbakala lagi, sekarang semua anak SD sudah memiliki HP. Kalau tidak memilikinya, mereka bisa dikucilkan di sekolah, tidak ada temannya. Dianggap kolot, tidak gaul." Ibu akan membantah, namun Cahya kembali memberikan argumen-argumen yang tidak bisa disanggah ibu. Ibu menyerah. "Zaman benar-benar sudah berubah. Zaman Ibu dulu sangaat menyenangkan, tidak ada yang tinggal di dalam rumah seharian. Kita bermain di sawah, di ladang...." Cerita ibu terus berlanjut hingga Mentari dan Cahya terkantuk-kantuk. Bukan sekali atau dua kali mereka mendengarkan cerita itu, tapi mereka tidak mau menyela ibu.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai cipokan anak jaman sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status