Budak Kesayangan Sang Tiran
Ciuman itu adalah ciuman yang bergetar dengan kelegaan yang tak terbendung, dengan rasa syukur yang mendalam, dan dengan sebuah kepastian yang baru lahir dari jurang ketakutan.
Bibirnya hangat dan tegas, namun luar biasa lembut. Dia menciumnya dengan penuh perhatian, seolah-olah memastikan bahwa dia benar-benar ada di sana, benar-benar hidup, benar-benar miliknya untuk diselamatkan. Sebuah erangan rendah, penuh rasa sakit, keluar dari dadanya dan bergetar di antara bibir mereka.