Cinta Tanpa Suara
Bagi Gia, menjadi bisu bukan berarti ia tak punya rasa. Namun, sebuah wasiat paksa menyeretnya ke dalam pernikahan dingin dengan Arkan, CEO yang dijuluki pria "mati rasa". Arkan hanya butuh status, dan Gia dianggap sebagai pajangan yang paling sempurna karena tak bisa mengeluh.
Di balik kemewahan rumah mereka, Gia harus menghadapi sikap kasar Arkan dan rahasia kelam yang menyelimuti suaminya. Namun, saat Arkan berusaha mendorongnya menjauh, ketulusan tanpa suara dari Gia perlahan mulai meruntuhkan tembok trauma yang selama ini mengurung pria itu. Di antara bahasa isyarat dan tatapan mata, mampukah Gia menyembuhkan jiwa yang sama patahnya dengan dirinya?