Legenda Dewa Pedang
dingin es yang tertinggal, asin keringat, dan manis samar bunga merah yang menggantung seperti jejak ritual.
Di luar kamar, malam Kota Jiuquan terus bergulir. Angin dingin menyapu lorong-lorong batu, menderu di atap-atap rendah, membawa firasat yang tak kasatmata. Tanpa disadari oleh siapa pun di dalam kamar itu, roda takdir telah bergerak. Di kejauhan, Lembah Rahasia Kultivasi seakan mengasah taringnya... menunggu saat yang tepat untuk menuntut harga dari pilihan yang telah dibuat malam ini.