SARANG PREDATOR
Kali ini aku yang harus mendominasi.
Adib seperti anjing yang patuh. Dia berdiri, melepas kaus hitam polos yang dia kenakan, melepas gesper, dan mulai menurunkan celananya. Lalu aku melihatnya, oh ... ya, celana dalam biru dengan tonjolan besar di tengahnya. Memikirkan apa yang ada di dalam situ saja, sudah membuatku basah.
“Yang itu juga buka,” perintahku sambil menunjuk celana dalamnya.