Two Side
Dia melambaikan tangan, berteriak tanpa rasa malu mengucapkan salam perpisahan untuk sementara waktu.
Sikapnya itu membuatmu kembali ceria, membuka lembaran baru dalam sebuah cerita. Setibanya di rumah, kamu menatap ke arah laci kecil di dalam kamar. Sunyi, gelap nan ngeri, kesan tersendiri yang muncul ketika melihat ruangan gelap tanpa ada cahaya. Bercak merah dan bekas Bakaran terlihat dimana-mana. Perlahan kamu buka laci kecil di pojok sana, perlahan terlihat sebuah amplop dan pistol tergeletak bersebelahan. Lingkaran hitam itu tertuju pada dua benda, salah satu tangan mengambil sebuah pistol kemudian di arahkan ke kepala dengan jari telunjuk menyentuh pelatuk.