KEMBALINYA SANG RATU
"Saya percaya, Lintang, bahwa tanah yang menyimpan kabanti juga menyimpan kunci penyembuhan dunia. Jika dunia barat mencari vaksin di laboratorium, kita mencarinya dalam tarian, dalam akar-akaran, dan dalam nyanyian para tetua. Maka peliharalah hutanmu, sebagaimana engkau memelihara hidupmu."
Lintang menggenggam surat itu seperti kitab kecil. Ia berjalan ke tengah hutan Lambusango, menghirup aroma tanah basah, dan menari sekali lagi. Balaba kali ini bukan untuk pertunjukan, tetapi sebagai doa. Ia menyatukan gerak dengan napas, menyulam kabanti dengan gerakan, dan merapal kata-kata neneknya: "Tanah yang dijaga dengan kasih tidak akan pernah hilang."