Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Dia berlalu sambil berkata, “Tuhan mengasihimu, Tuhan mengasihimu…” Di sisi lain dari sekolah di balik semak-semak nampak seorang anak laki-laki yang wajah dan baju seragamnya penuh coretan. Ia tak memakai celana dan sedang menangis, kebingungan dan malu. Ia baru saja kena bully. Inilah salah satu pemandangan yang kerap terjadi di sekolah ini.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Cinta Itu Omong Kosong???

Cinta Itu Omong Kosong???

ue walaupun Ibuku tak bisa membuat kue dan ia belajar membuatnya dan menjualnya, karna pekerjaan Ibuku, aku yang telat bayar spp dan tak bisa membeli buku, aku sering kali dibully oleh teman sekelas, bahkan tak ada seorangpun yang mau berteman denganku karna aku miskin, hingga membuatku pernah tak mau sekolah dan Ibuku begitu marah kepadaku dan memaksaku sekolah akhirnya aku mencoba untuk membiasakan diri saat dibully, sampai ketika SMA aku menjadi sesosok yang takut untuk bersosialisasi, aku yang selalu menunduk tak berani untuk menegakkan kepala hingga membuatku tetap menjadi bullyan, mereka suka mencoret buku ku, membuang barangku, bahkan ada yang memukul kepalaku sambil mengejekku, dan a
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Korban Perceraian

Korban Perceraian

Korban Perceraian Part4 Bullying di sekolah pun mulai mereka terima, kebencian yang Naura tanamkan di hati teman-temannya, begitu dalam kepada si Kembar, yang bahkan juga menjadi korban kegagalan orang tuanya. Danur berlari ke ruang kelas Ganesa. "Nesa," teriak Danur, dengan napas tersenggal, dia berusaha mengatur laju napasnya.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
The Return of Friendship Shoes

The Return of Friendship Shoes

Setelah di rasa menemukan buku yang di cari, Darel melangkahkan kakinya menuju salah satu meja dengan kursi panjang yang lagi-lagi berada di sudut perpustakaan. Perlahan, Darel mulai menenggelamkan diri dengan lembar-lembar kertas pada halaman buku tersebut. Membuat imajinasi tentang luar angkasa itu membawanya, menemukan senang. Bahkan sesekali ia juga menulis pada buku kecil bersampul bintang di hadapannya. Saat sedang asik menulis, dua orang datang merebut buku kecil. Menginjak buku itu dengan kaki mereka yang beralas sepatu bermerk mahal. Mereka tertawa senang, sedang Darel hanya terdiam melihat buku miliknya sudah tidak terbentuk. Bahkan sampul yang baru ia kreasi tadi malam kini sudah
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
THE INCREDIBLE GIRL

THE INCREDIBLE GIRL

sambung Mila dan Loli panjang lebar menasehati. "Ma-maaf, seharusnya kamu tidak perlu bertindak seperti pahlawan untuk menolongku, mereka orang jahat. Mereka pasti akan mengganggumu." sela si gadis berkacamata itu. Vey menghela nafas perlahan kemudian tersenyum tenang, "Gue bukan mau jadi pahlawan, tapi gue cuma nggak mau ada tindak bully di sekolah ini, karena gue tau gimana rasanya di bully," ucap Vey dengan mata menerawang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

Bizar hanya menghela nafas kasar. "Itu anak masih kecil, kok pada udah pintar bully," gumam Bizar kesal. "Abang kamu marah?" tanya Bizar. "Abang mah slow Pa, dia mau dengar cerita versi guru, teman dan si korban. Katanya mau nasehatin orang tua korban kalau cerita Rikel benar," cerita Alin. "Iya abang kamu kayaknya sangat penyabar." "Iya Pa, tapi kali ini abang benar-benar sudah pasrah dengan teror-teror itu, katanya dia mau bahagia dan tenang tapi semesta tidak mendukung."
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

tanya Hana ragu. "Iya ini saya, Nathan!" ujarnya, "Ayo silakan Han, duduk. Ada keperluan apa?" Setelah duduk Hana kembali bicara, "Begini loh Nath, Alena putriku kena bullying di sekolah ini. Teman-temannya sering bilang kalau Alena itu anak pungut, padahal dia anakku loh. Bagaimana mungkin anak seumuran mereka bisa bicara frontal kasar seperti itu? Kamu harus ajari attitude anak-anak itu, atau kasih peringatan ke wali muridnya. Kalau begini terus saya khawatir dengan kondisi mental anak saya."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Nara mendekat ke arah anak delapan tahun itu. "Sakha sarapan dulu, yuk." Nara menyunggingkan senyum. "Ntar deh, belum laper," balas Sakha masih sambil asik menyusun lego. Nara tak memaksa. Satu yang ia syukuri, Sakha sudah mau berangkat sekolah setelah sebelumnya pernah sekali membolos. Nara dan Argan mengantarnya bersama ke sekolah. Mereka juga berbicara dengan Riana terkait kasus bullying yang menimpa Sakha. Riana berjanji untuk menghimbau para murid maupun orang tuanya agar menghindari bullying. Nara membacanya di grup w******p yang dibentuk Riana. Ia meminta para orangtua agar menasihati anak-anaknya agar tidak mem-bully anak lain.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Mantan Pasukan Elite

Kembalinya Sang Mantan Pasukan Elite

dalih Anthony beralasan untuk bisa menempelkan kertas tersebut. Kertas telah tertempel dengan sempurna di punggung Zea dan gadis berumur 10 tahun itu tidak menyadarinya. Sampai pada akhir jam pelajaran selesai, dia berjalan sambil menenteng tas punggungnya. Zea berjalan di koridor sekolah, banyak anak-anak yang menyorakinya dan membully Zea. Bahkan ada yang melemparinya dengan tissu kamar mandi yang basah.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam

ujar Alena terisak tak sanggup menceritakan kejadian yang begitu mengerikan yang ia alami di toilet tadi siang. "Hai Nona Alena, perkenalkan nama saya Arumi. Saya adalah sopir sekaligus asisten pribadi Anda." Arumi langsung menghampiri Alena dan memperkenalkan diri guna mengalihkan rasa takut yang tengah dirasakan oleh Alena. Arumi yakin jika kejadian yang menimpa Alena pasti sangat mengerikan. Wanita tomboy itu menduga Alena pasti mengalami bullying oleh teman-teman di kampusnya tadi siang.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai contoh cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status