Yang Tak Kunjung Padam
Ia menatap layar laptop, membaca ulang kalimat pembuka yang baru saja mereka susun bersama:
“Bullying bukan sekadar ejekan. Ia adalah luka yang tak selalu tampak, tapi bisa berujung pidana.”
Nawang tersenyum kecil.
Kalimat itu terasa tepat — seperti cerminan hidupnya sendiri.
Bambang Wiryawan, ayah Kenes, baru saja pulang dari rumah sakit ketika rapat kelompok Nawang masih berlangsung. Meski tampak lelah, ia tetap menyempatkan diri menengok ke ruang tamu tempat anak-anak berdiskusi.
“Wah, ramai sekali ini,” ujarnya sambil tersenyum lebar. “Lagi rapat untuk tugas PKM, ya?”
인기 회차