Ini Uangku, Mas!
panggil Ima dengan kencang, yang membuatku tersentak.
"Oh, i-iya, Ima," jawabku gugup. Oh Tuhan, jantungku sulit dikendalikan.
"Sini duduk," ajak Ima agar aku duduk gabung di kursi tamu.
Ada rasa ragu karena aku malu. Malu karena aku belum mandi. Tapi aku juga ingin dekat dengan wanita itu. Cantiknyaaa, bahkan lebih cantik dari Nia Ramadhani. Siapakah dirimu nona? Apakah dirimu mau dengan duda sepertiku?