Sidekick
“Udah yuk, Nald, gue laper, kita nasi kucing dulu di belakang gedung!”
“Eh, gue ikut dong!” seru Anwar. “Gue juga laper!”
“Yok gas! Lo mau ikut nggak?” tanya Ronald pada gue.
“Nggak, gue mau balik bentar lagi,” jawab gue cepat.
“Oke deh, yuk gaes. Payungnya cuma satu malak si Imas tadi, jadi kita dempet-dempetan ya!” kata Yudha sambil berlalu menuju tangga diikuti Ronald dan Anwar.
Hot Chapters