Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Four Moons

Four Moons

mengingat hari ini adalah hari pertama bu Larni bertemu dengan Hani setelah kejadian gelas yang pecah kemarin, tentu yang ditanyakan bu Larni pertama kali adalah mengenai hal tersebut. Namun, belum sempat Hani menjawab pertanyaan dari bu Larni, sosok bu Sinta menyapa mereka berempat yang sedang ada disana. Dengan kemunculan bu Sinta ini, membuat para wanita yang ada disana mulai mengobrol ringan seperti yang berkaitan dengan anak, suami, dan bahkan cuaca hari ini.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
Dia-lo-gue

Dia-lo-gue

Tapi sepertinya aku harus tahu lebih jauh mengenai proyek yang dimaksud. “Lokasi proyeknya di mana?” tanyaku “Di bukit bulan. Nanti aku ajak kamu kesana kalau site-nya sudah stabil.” Percakapan kami dijeda oleh palayan yang mengantarkan minuman pesanan kami. Vietnam drip untuk Jace dan machiato untukku. “Bukannya itu rawan lonngsor? Papa kamu mau bikin apa disana.” Jace tidak langsung menjawab. Dia memberi jeda cukup lama untuk menjawab pertanyaanku tadi.
9.916.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 601 kali sebagai conversations with the moon
Tampilkan Ulasan (68)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Anna Kuhas
Halo, makasi yang sudah baca dan membeli koin utk cerita ini. jgn sungkan buat komen ya. tinggalkan jejak kalian buat yg mau feedback. kita saling belajar dr karya sesama penulis. untuk kenyamanan pembaca, aku kasih tau pengucapan nama2 karakter ya Jace : "Jeys" Zoey : "Zowi" Katy : "keti" makasih
Baca Semua Ulasan
Purnama

Purnama

Dokter Surya begitu kata yang terpampang di layar. "Assalamu'alaikum, Dok." "Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." "Ada apa, Dok?" "Maaf mengganggu aktivitas sore kamu, saya mau mengajak Langit nonton film anak-anak yang baru tayang di bioskop ... sekalian sama kamu." "Nonton?" "Iya, besok ba'da Zuhur saya jemput." Purnama terdiam sesaat, haruskah ia menerima ajakan Surya?
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

Udara malam begitu dingin, menggelayuti setiap pori-pori dan menyebabkan mereka saling beradu kekuatan. Aku menatap langit, serta hamparan luas lautan yang tampak begitu solid. Bulan yang masih dalam fase waxing gibbous meninbulkan pantulan cahaya yang seolah-olah sedang mengirimkan pesan padaku. "Duduk dan beristirahatlah, nikmati waktumu yang berharga."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
My Luna

My Luna

tebak Devan. Adriana menggebrak meja dan menatap Devan tajam. “Gak mungkin! Kakak percaya sama mesin waktu? Gak mungkin kita bisa pecahin realitas dunia yang complex begini, pokoknya gak mungkin!” teriak Adriana. Devan menjawab, “Walau gak mungkin, kalau di lihat dari pengalaman Kakak yang nemuin bukti-bukti Makhluk aneh kayak Vampire dan Werewolf, mungkin aja mesin waktu juga nyata.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Wajah Mirna tegang, suaranya parau dan matanya berkaca-kaca. “Bukan hanya itu Luke, Silvia membunuh Bulan, anakmu dan membuang mayatnya ke gorong-gorong setahun lalu. Aku tahu ini setelah melihat percakapan terakhirnya di W******p. Bulan bertemu dengan dia sebelum mati terbunuh.” Mirna menatap Silvia dengan jijik. Layar proyektor menyala. Sebuah foto dan video muncul. Ada video Chandra sedang tertawa dan foto Bik Eha bersama anaknya.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai conversations with the moon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status