LOVE THE LAW
Lalu ia bicara, pelan, nyaris seperti doa.
"Aku tidak tahu apakah aku pantas mencintai siapa pun. Tapi aku tahu, aku ingin dia hidup. Bebas. Bahagia."
Elric menatapnya, kemudian berdiri. Ia mengambil sebotol wiski dari lemari kecil, menuang dua gelas. Didorongnya satu ke arah Valenha.
"Untuk akhir yang layak," ucapnya.
"Atau untuk awal yang tak pernah kita minta," balas Valenha, mengangkat gelas.
Hot Chapters