LOVE is YOU, Ra!
Hatinya perih mendengar kata-kata Maura, lebih perih dibanding pukulan yang didapatnya dari Rangga malam itu, saat pria itu melihatnya berdua dengan Maura di sebuah cafe.
“Apa benar ini berasal dari lubuk hatimu?”
Maura mengangguk yakin. “Ya, Kak. Aku sangat menyesal tidak bisa membalas perasaanmu. Aku tidak ingin masalah lalu antara kita, membuat kita tak bisa berhubungan baik.”
“Apa kamu benar sudah mencintainya?”
Kali ini Maura tersenyum. “Ya, aku mencintainya. Dan ini,” ucap Maura seraya mengelus perutnya. “Adalah bukti cinta kami berdua.”
Hot Chapters