Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MEMORY

MEMORY

Violet masuk ke kamar Jordan untuk mengganti pakaiannya. Kamar apartemen Jordan tidaklah besar, di sudut ruangan banyak buku pengetahuan dan terdapat beberapa pigura larva dan kelinci. Violet tersenyum melihatnya, Jordan yang terlihat manly ternyata memiliki hobi yang unyu. Segera Violet memakai kaos kebesaran milik Jordan yang berwarna hitam, ketika ingin mengganti celana, ia mendengus pelan.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as curiosity
Read
+Library
Ikhlas

Ikhlas

kekeh Awan Lain halnya dengan Sherly, perempuan itu terdiam melihat gadis yang tengah terkekeh setelah menceritakan sosok Arkan. Ada perasaan curiga setelah dia mendengar cerita Awan tentang Arkan namun di tepisnya pikiran itu, tidak dia tidak boleh sembarangan menilai hanya sebuah perkataan "oh iya, hm apa lagi yang kamu tahu tentang dia?" sungguh Sherly sangat penasaran sejauh mana Awan mengenal Arkan
102.5K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as curiosity
Read
+Library
Unexpected Surprise

Unexpected Surprise

ujar Hoshi kepada temannya yang hendak berbelok ke arah kanan. "Hah? Kenapa? Kau lihat something kah?" tanya Rigel serius. "Apa kau dapat kasus baru, beritahu saya!" Ya karena dia mempunyai impian untuk menjadi detektif makanya ia menyukai hal-hal yang berbau misterius. Namun yang didapatinya hanyalah tatapan tajam Hoshi yang menunjuk jejak kaki orang lain yang berada di haluan sebelah.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as curiosity
Read
+Library
Euforia

Euforia

"Kenapa ada hiu yang kepalanya berbentuk martil?" Gadis di hadapannya terlihat tertegun dengan pertanyaan random oleh Eiden, lalu Nindi memasang wajah serius, lalu sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Eiden. "Karena, kalo bentuknya kotak itu bukan hiu, melainkan adudu," bisiknya. Plak
2.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as curiosity
Read
+Library
DAISY

DAISY

Kenapa, apakah dia tidak suka Daisy memikirkan seorang lelaki? Bayi ini, belum keluar saja sudah sangat posesif.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as curiosity
Read
+Library
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

“Oh, ya? “ Noah menatapku tidak sabaran. “Aku merasa seperti sedang diikuti penguntit, tahu. “ Aku tertawa kecut. “Maaf. “ “Apa kamu pikir jariku akan bertambah satu setiap kali kamu lirik? “ “Bukan begitu. “ “Lalu apa? “ “Aku hanya penasaran. “ “Apa jariku lengkap? “ “Bukan begitu. “ “Lalu?” Aku mendesah. Noah bukanlah anak lelaki yang sabaran. Apalagi seperti sekarang, saat dimana dia penasaran. Dia bisa kesal jika aku tidak bisa memberikan penjelasan yang dia inginkan. “Boleh kupegang tanganmu? “
105.2K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as curiosity
Read
+Library
Rasa

Rasa

"Baik, untuk hari ini, seperti yang sudah ustadzah sampaikan sebelumnya, kita akan masuk ke materi baru yaitu resonansi bunyi yang meliputi pengertian, rumus dan juga contoh soal, silahkan disiapkan buku dan alat tulisnya." Kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Para santriwati memperhatikan penjelasan yang diberikan ustadzah dan tak lupa mencatatnya. Santri-santri di kelas fokus dengan materi yang diberikan. Tapi, tidak dengan Kyra. Fokusnya, hanya ia tujukan pada Ataya sedari tadi. Kyra membenci situasi ini. Situasi disaat dirinya harus bertengkar dengan orang yang biasanya membuat ia tertawa senang. Tak nyaman. Kyra tak lelah mengoreksi sikapnya pada Ataya sebelum keduanya menjauh. Buka
104.2K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as curiosity
Read
+Library
Choice

Choice

berhenti lagi. “Iya kayak gimana?” “Bikin aku melayang dan lupa diri.” Nani melongo. “Memangnya ciuman doi nggak bakal bikin melayang dan lupa diri nantinya?” “Aku juga nggak tahu, tapi aku merasa nggak bakal. Gila aku kali, ya, sampai mikir begini.” Nani terbahak akan pemikiran absurd sahabatnya. “Terus siapa yang bakal bikin kamu melayang dan lupa diri?”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as curiosity
Read
+Library
REINCARNATION

REINCARNATION

Setelah menjalani hari pertamanya sebagai murid ORIS, sekarang saatnya Caroline kembali ke rumah dan mengistirahatkan tubuhnya. Bus yang ia tumpangi berjalan dengan kecepatan konstan, kemudian berhenti di sebuah halte dan beberapa penumpang pun naik. Di kursi tempatnya terduduk, Caroline tengah memperhatikan jalanan, kendaraan umum dan beberapa mobil pribadi yang hilir mudik pun menjadi objek penglihatannya. Ketika bola matanya menelisik ke sana-kemari, tiba-tiba pandangannya terhenti, sesuatu berhasil menarik seluruh perhatiannya. Ia terus memperhatikan objek itu. Bahkan ketika bus mulai berjalan, kepalanya ikut menoleh ke belakang, seolah tak ingin kehilangan objek yang begitu menarik.
106.3K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as curiosity
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status