Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Perceraian Itu

Setelah Perceraian Itu

Sekelebat bayangan sahabat terkasih ya itu mampu membuat air matanya semakin deras mengalir. “Ini nggak mungkin. Rindu! Please, aku mohon jangan pergi dulu. Kamu belum mengungkap kejahatan yang dilakukan keluarga besar dan juga keluarga besar mertuamu. Kamu belum menjebloskan mereka ke penjara.” Seolah mewakilkan perasaan Rindu yang saat ini sedang koma di rumah sakit sosok Anin dan Duke Saling berpandangan.
6.58.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
AKU BELUM MATI, MAS!

AKU BELUM MATI, MAS!

Jantungku seketika berdegup kencang. "Kenapa harus buru-buru? Tanah pemakaman Ara masih merah. Mereka bisa curiga," jawab Mas Ridho. Kata-kata Mas Ridho itu seperti pedang yang langsung menghujam jantungku. Tega sekali mereka berbuat ini padaku! "Dia sudah mati, tapi tetap bisa menghalangi hubungan kita, menyebalkan sekali," ucap Evelin lagi. "Sabar dulu, kita tunggu sampai orang tuanya menyerahkan semua hartanya pada kita."
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

Sapa wanita itu dari seberang telepon. "Iya sayang, gimana kabar kamu? Udah sampai di Indonesia kan?" Balas Farhan. "Sayang aku kangen kamu!" Ucap Nadira mesra dan dengan suara manja. "Aku juga kangen sayang, udah enggak marah lagi kan sama aku?" Tutur Farhan yang tak kalah mesranya dari Nadira.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Iya, Pa. Mama tunggu di rumah.” Telepon ditutup. Ruang keluarga yang biasanya hangat terasa sunyi. Mama Selin menutup wajahnya dengan kedua tangan, berdoa lirih di sela isak tangis yang tak bisa lagi ditahan. Diwaktu yang sama, Dika menghubungi Rendra ketika ia baru saja menyelesaikan rapatnya. Ponselnya bergetar. Lalu mengangkatnya. “Hallo Ren, maaf aku mengganggu ?”
10743 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

"Kita baru berpisah sehari, Dimas. Kamu merindukan aku begitu cepat?" Dimas tersenyum genit. "Apa daya, sayang? Kamu terlalu istimewa." Obrolan mereka berlanjut, dan atmosfer video call mereka berubah menjadi intim. Dimas mendekatkan wajahnya pada layar, merindukan kehangatan Nina. "Sayang, aku merindukanmu," ucap Dimas dengan suara penuh hasrat. "Bisakah kita melakukan sesuatu?"
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Simon memperbaiki ekspresi wajahnya dan bertanya, “Bukankah Candy tinggal di sini? Apakah dia sudah pindah?” Mata Bibi Rina meredup dan dia mendesah, “Maksudmu gadis bernama Candy itu? Dia sudah meninggal tiga tahun yang lalu.” Simon tertegun sejenak. Bibi Rina melanjutkan, “Kudengar dia masih dipaksa mendonorkan sumsum tulang saat sedang sakit dan meninggal beberapa hari setelah kembali, sungguh perbuatan berdosa.” Ekspresi Felicia berubah dan wajahnya memucat.
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Ucap Mamah sendu "Iya Mah !! Dimas janji , kedepannya Dimas akan lebih hati hati lagi. Mamah jangan khawatir yah , Dimas sudah lama menantikan hari ini Mah , Akhirnya Dimas sedikit mengingat siapa wanita itu. Dya adalah wanita yang harusnya mengisi kekosongan dalam hidup Dimas . Dimas yakin wanita itu adalah wanita yang dulu Dimas cintai hanya saja ingatan Dimas terbatas . "Mamah mohon Dim , lupakan wanita itu jauhi dya "ucap Mamah lirih
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

"Tapi lebih capek waktu harus tahan rindu kamu pas masih LDR-an." Aku langsung meninju lengannya pelan. "Gombal banget." "Bukan gombal, jujur. Mau aku kirim rekaman suara rindu di jam dua pagi sebagai bukti?" Aku pura-pura mendelik, tapi sebenarnya nyengir juga. Sampai di depan pintu kamarku, Dimas berdiri sebentar lalu berkata, "Kalau aku bilang mau numpang duduk bentar… boleh?"
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

Art itu pun mengangguk kemudian segera pergi dari sana. "Sayang, kamu kok marah terus sama Mas?" tanya Dimas yang kini berjalan mendekati Dinda. Dimas ingin berdamai dengan Dinda apapun caranya. Cukup sudah dengan siksaan yang secara tidak langsung diberikan oleh Dinda padanya. Tapi sayangnya Dinda tidak ingin perduli pada Dimas. Dia hanya ingin fokus pada masakannya karena perutnya sangat lapar. "Dinda, kamu katanya kangen sama, Mas waktu itu," kata Dimas lagi.
10114.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Wanita Berhati Baja

Wanita Berhati Baja

Sepi. Punggung itu pun menapak jejak rinduku yang kelabu. Tiada tempat bagiku menuang secawan rindu kala raga bersatu. Sebab semua hanya pelabuhan semu. Tak ada hasrat ‘tuk berkasih sayang, layaknya dua insan yang mabuk kepayang. Tangannya melambai-lambai di depan kedua mataku. “Hey, kamu melamun?” tanya Mas Danu menyadari diri ini lambat merespon gerakan tangannya.
1030.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 647 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status