Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Alam pun seolah tahu jika saat ini seorang gadis malang tengah membutuhkan ketenangan. Cukup lama aku berada di posisi yang sama. Hingga telinga ini mendengar notifikasi sebuah pesan masuk. Gegas kuraih benda pipih tersebut. Namun, setelah pesan itu terbuka, aku benar-benar menyesal rasanya. Bagaiamana tidak, ini adalah pesan dari Mas Dimas yang sama sekali tak memiliki muka. [Rindu, maafkan Mas. Mas benar-benar nggak bermaksud menyakiti kamu. Mas terpaksa, Rindu.]
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
My Teacher My Husband

My Teacher My Husband

ucap Rika dengan nada yang pelan tapi masih terdengar oleh Indra. "Kamu yang sabar ya Rik. Bismillah pak Dimas pasti siuman" "Tapi udah 2 tahun ndra. Aku takut mas Dimas kenapa-napa. Walau kata abinya mas Dimas..mas Dimas itu ngga ada gejala yang serius, tapi tetep aja. A-aku kangen" "Iya aku tau Rik. Yang sabar ya, Allah pasti selalu dengar doa kamu kok. Cuman belum waktunya aja"
840 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Ruang Rindu

Ruang Rindu

sulut Fatira dengan mengibaskan tangannya. "Ngomong apa si fat? Heh! Kamu suka sama Dimas aja aku nggak protes, ngapain kamu protes aku suka Ronin?" Tegasku nggak terima Fatira menjelek-jelekkan orang yang ku kagumi, mana salah nyebut nama panggung Ronin jadi Rounen lagi, tidak bisa di biarkan! Aku menutup bukuku dan mendelik ke arah Fatira yang malah terbahak, seprtinya dia puas membuat nyawaku yang beberapa waktu lalu hilang karena stres mikir rektorat. Kulihat sekilas Manda mengerutkan keningnya. "Kenapa udahan nulisnya Ra?" Tanya Manda skeptis. Menatap heran ke arahku.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

tanyaku berhenti meminum jus pesananku. "Kalian bukan hanya saling menyembuhkan, tapi kalian berdua saling mencintai", kata Dimas yakin. "Dia belum pernah sedekat dan seterbuka itu ke cewek. Ke loe, doang. Dia bisa menumpahkan dirinya yang paling rapuh hanya ke loe. Kalau itu bukan cinta, lalu apa namanya? Andai aja gue bisa memutar waktu, gue bakal kasih diary loe ke dia."
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Dan ingin menghabiskan waktu berdua sama kamu malam ini, Oke?] [Dimana? di rumah istrimu lagi? Cuma untuk diajak ML?] [Wih, ya, nggak, dong Sayang. Mas ada kejutan untukmu.] [Sudahlah, Mas. Aku capek diginiin terus, digantung terus.] [Please, Inem Sayang tega bikin Mas mati karena rindu banget sama Inem.]
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Cinderella Hot Story

Cinderella Hot Story

tanya Dewa agar nantinya bisa leluasa untuk menenangkan Rindu. Rindu menggeleng dan kembali mengusap pipi basahnya. ”Saya mau kita selesai.” “Kita selesai, kalau aku bilang selesai.” “Apa mau Pak Dewa?” isak Rindu sudah tergugu menahan sesak di dalam dada. “Mau saya mati?” dengan harga diri yang sudah terluka dan dihempas tajam oleh Maria, Rindu merasa hidupnya sudah tidak ada artinya. Rindu kemudian berdiri dari tempatnya dan mengusap kasar semua jejak basah yang menempel di wajah.
10263.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Tampilkan Ulasan (121)
Baca
+Pustaka
Demigoddess
kamu mau tau kurangnya kamu apa Wa? Kamu tuh nyeremin...mknnya gosah intimidasi lawanmu...apalagi cewe....apalagi macem Rindu yg masih muda banget...blom pny pengalaman apapun...pastilah dia masih takut....ehhh kamu malah intimidasi or ancem dia apalagi kalo gak di kasih jatah lgs pergi buang Rindu
Shifa chibii
klo ngeselin mah aku udah kebal mbak beb,,dari jamannya cinta pertama akuh si Pras yg super duper nyebelinnya, g ada lawan pokoknya..trus dewa,banyu,dan sekarang tambah Abi,,tp ini si Abi ngeselinnya sampe tahap,diriku pengen nendang senjatanya..hehe..kuesel bnget pokoknya klo jdi Fika..sabar ya fik
Baca Semua Ulasan
Mengejar Cinta Duda Dingin

Mengejar Cinta Duda Dingin

Kedua pria paruh baya itu ikut tersenyum dan mengangguk hormat. "Eh, Non. Sudah bangun?" "Iya, nih, Pak. Pengen nyari udara segar." Joana tersenyum. "Oh, ya, Pak, kenalin saya Joana." "Saya Rudi, Non. Kalau ini Mamat." Satpam bernama Rudi itu menggeplak lengan supir bernama Mamat. "Salam kenal Pak Rudi, Pak Mamat. Sudah lama kerja sama mas Don?"
10836 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

Teruntuk Mas Ditto Yang aku rindukan Mas ... apa kabar? Bagaimana rasanya setelah berjam-jam lamanya berdiri diam tanpa menyapaku? Apakah Mas baik-baik saja dan merasa happy? Tenang ya suasananya karena aku tidak berisik seperti hari biasanya. Mas, aku doakan semoga kamu tidak suka suasana diam ini. Kamu tidak suka suasana sepi yang timbul karena kita yang tak saling bicara ini. Kamu tidak suka pokoknya. Aamiin.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

“Enggak, kali ini beneran. Tempatnya luas, murah, dan... agak sedikit antik.” Dika langsung angkat tangan. “Antik tuh maksud lo tempat yang biasanya nongol di video eksplorasi malam?” Cinta pura-pura nggak denger dan malah nyodorin alamat. “Pokoknya besok kita pindah latihan ke sana. Trust me!” Fauzi, yang selalu cuek, akhirnya buka suara. “Gue cuma mau nanya satu hal, tempat itu ada Wi-Fi-nya nggak?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mas Bian

Mengejar Cinta Mas Bian

balas Alisya, dalam hati tertawa puas melihat Fabian bak mati kutu di hadapannya. Fabian menghela nafas berat. Sepertinya pusing sekali menghadapi tingkah Alisya. Ia memijat pelipisnya sambil berusaha menenangkan diri. Alisya tersenyum licik, ia mendekatkan diri pada Fabian dan mau tak mau pria itu kembali menoleh padanya. Alisya berkata, "Aku juga inget Mas bilang kalo pria dewasa memiliki kebutuhan tersendiri, makanya kalian lebih suka wanita yang matang kayak Kak Dinar. Memangnya kebutuhan apa yang Mas maksud?"
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai d masiv rindu 1 2 mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status