Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Panas Bersama CEO Tampan

Malam Panas Bersama CEO Tampan

Dante tersenyum miring, merasa lucu mendengar kata-kata sang ibu yang terdengar berusaha berada di pihak Kimmy. “Apa Ibu tidak tahu, rasa suka itu mudah sekali menghilang. Apalagi—jika yang disukainya itu terlalu manis. Rasa manis akan meninggalkan rasa bosan jika terlalu berlebihan!” Dante menyeringai, matanya menatap dingin Kimmy.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Dari Akting Jadi Pendamping

Dari Akting Jadi Pendamping

“Kenapa?” “Iya, katanya, Senja kan baik, ganteng, orangnya enggak sombong, suaranya bagus, lagu-lagunya enak didengar, kok bisa enggak akur sama Dafa. Pasti Dafa yang bermasalah. Sombong bangat itu si Dafa. Sok cantik bangat.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya peduli pada perasaannya saat ini. Damar tampak benar-benar kebingungan atau berpura-pura sangat terkejut. Ia menjatuhkan sumpit yang tadi dipegangnya ke atas nampan dengan bunyi kecil. "Kenapa Mela? Ada apa? Kita bahkan dulu berpacaran," ucap Damar sambil mencoba menarik ikatan emosional mereka di masa lalu.
853 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

“Non Diba mau beli seblak?” “Nah, iya itu. Ide bagus, tuh, Mas. Kayaknya enak makan yang pedes-pedes. Jakarta lagi panas banget soalnya,” cerocos Adiba jadi seperti presenter acara kuliner. ‘Hatimu kali, Non, yang panas. Tadi katanya lagi cemburu,' ledek Wildan dalam hati.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
RADANIA

RADANIA

teriaknya panik lalu menempelkan telapak tangannya pada kening Dania yang ternyata sangat panas, Dania demam ya, tentu saja karena semalam Dania kehujanan. "Dania, badan lo panas Dan." "Dania bangun Dan," ucapnya seraya menepuk pelan pipi Dania lalu keluar mobilnya dan menggendong Dania ke dalam rumahnya. "Bundaaa.." teriaknya sambil menggendong Dania "Bun, bunda." panggilnya sekali lagi "Aduh kenapa sih, masuk rumah bukannya ucapin sal- am eh, yaampun Raga Dania kenapa? Kamu apain ha?!" teriaknya histeris lalu menghampiri Raga
9.54.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Gelora Gadis Buta & Bodyguard Dingin

Wajahnya memerah, bukan karena marah… tapi karena panik sekaligus cemburu. “Dania! Kamu kenapa nggak angkat telepon?! Aku udah nelpon sepuluh kali!” suara sang hacker jenius itu terdengar tinggi, tapi tetap punya nada… imut. Seperti anak kecil yang takut kehilangan bonekanya. Kelvin mengangkat alis, menahan tawa. “Tenang, bro. Ini cafe, bukan arena tinju.” Felix mengacungkan jari ke arah Kelvin. “Kamu diam dulu! Aku lagi ngomong sama Dania!”
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Malam Panas dengan Atasan Mantan

Malam Panas dengan Atasan Mantan

Ada aura maskulin dan kehangatan yang berpadu sempurna, bahkan membuat Juliet tanpa sadar menelan ludah beberapa kali. “Oh my God... Kenapa sih dia harus sekeren itu waktu memasak?” batin Juliet sambil memalingkan wajah, berusaha tidak terlihat terpana. Tapi jantungnya berdetak lebih cepat, dan entah kenapa, pipinya mulai terasa hangat. “Aduh! Mataku tidak bisa dikontrol. Hah...! Kenapa? Kenapa aku terus melihat bokongnya yang bahkan terlihat tampan?” Duh, entahlah...
1084.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Tidak lama kemudian Dika datang menghampirinya dan memberikannya segelas kopi yang tidak terlalu panas. "Baunya enak Kak!" ucap Ayu senang. "Kamu suka sekali kopi?" "Tidak, ini pertama kali aku mau meminumnya, entah mengapa aku sedang menginginkan kopi!" "Masih panas, tunggu sepuluh menit lagi, nanti jadi hangat!" Ayu tersenyum, sesekali ia bergurau bersama Dika, sehingga membuat seseorang yang melihatnya menahan rasa cemburu dan tidak bisa berbuat apa-apa.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Pura-pura Bukan Bangsawan

Pura-pura Bukan Bangsawan

tanya Dazai pada Dadan. "Entahlah. Mungkin dia khawatir dengan keadaan Kenma," jawab Dadan bimbang. "Khawatir? Apa hubungannya dengan itu?" tanya Dazai makin kebingungan. "Dizzy adalah orang yang canggung. Dia selalu tertawa bahagia saat mendengar berita baik tentang adik-adiknya. Namun saat bertatapan dengan adik-adiknya, dia tidak pernah sekali pun menunjukkan senyuman tulusnya. Kikuk dan tidak pernah benar-benar bisa menyampaikan perasaannya dengan benar. Dan itulah yang membuatnya berkali-kali mengambil cara sulit untuk menyampaikan perasaan hatinya. Kemungkinan kali ini sama," jelas Dadan.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

“Terus?” “Terus?” Daren balik bertanya. “Terus enggak mungkin kan tiba-tiba kamu kepikiran buat olahraga dan datang ke sini begitu saja. Dengan tampilan seperti itu pula. Kenapa? Ada apa?” “Gak ada apa-apa. Aku cuma kangen.”
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai dada panas kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status