Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

Sebuah kota dengan gemerlap lampu yang mampu mengubah malam menjadi terang melebihi siang. Avernal City, kota yang tidak pernah tidur di malam hari. Kota dimana kekuasan tertinggi dimenangkan oleh dia sang pemilik Black Harbour—Byakta Dinaniyaksa Bagaspati. Pria matang berusia 30 tahun yang sudah di latih menjadi manusia berdarah dingin semenjak dia lahir.
10818 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Lampu di rumah lelang tiba-tiba meredup, dan sorotan terfokus di platform, bekerja sama dengan baik dengan Sherry, menghindari rasa malu para tamu. Bilah laser energi merah, yang diselimuti cahaya redup, tergeletak di atas kain merah. Rune Tulang Rahasia monster kuno terukir di bilahnya, dan tiga inti monster tingkat atas tertanam di tengah rune. Meskipun penonton hanya dapat melihatnya melalui layar, aura ganas dari bilah laser energi masih datang. "Kalian semua beruntung sekarang. Barang lelang berikutnya adalah karya Grandmaster Jack dari Free City."
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Pelampiasan

Pelampiasan

Ucap Darwin. “Apa itu pertandingan legal?” mereka bertiga pun berjalan menuju kelas. Darwin menatap Allexin, “Kenapa? Bukankah kamu akan selalu menerima turnamen apapun? Baik itu legal ataupun ilegal?” katanya. Allexin menggeleng, “Kali ini tidak, aku hanya akan mengikuti turnamen jika itu legal.” “Wah sepertinya kau sudah berjanji dengan Linda, tapi tenang saja, ini turnamen legal dan ada sertifikat sekaligus penghargaan istimewa jika kamu berhasil.” Ucap Darwin.
9.7303.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

Eric dan Davka meluncur ke apartemen Davka karena letaknya lebih dekat dari rumah sakit tempat Anulika di rawat. Dengan memarkir mobil sembarangan Davka bersama dengan Eric segera bergegas memasuki lift. Membuka pintu apartemen, mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana jeans. Segera membuka tempat rahasianya yang berisi koleksi pistol revolver dan senapan berijinnya. Diambilnya beberapa untuk berjaga-jaga dimasukkannya didalam tas hitam besar yang selalu siap. Kemudian bergegas dia pergi dengan Eric mengendarai Rubicon. "Eric tolong share lokasi Tama pada papi,"
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

"Maaf pak, mau tanya? Warung kelontong dekat sini sebelah mana ya?" "Oh, adik lurus saja, nanti ada papan warna kuning belok kiri. Tapi tempatnya agak gelap, tidak ada lampu. Warungnya menggunakan cahaya lilin." "Iya, makasih pak." Memang aku melihat jarang sekali ada warung disekitar sini. Tempat ini memang sangat gelap, sungguh berani sekali Anisa pergi sendiri. kupercepat langkah, Aku berlari melewati jalan bebatuan yang gelap, dan gang-gang kecil tak berlampu, aku hanya ditemani sinar cahaya bulan purnama yang besar dan sesekali menghilang tertutup awan. "Astaghfirullah" Dari kejauhan aku melihat seorang wanita berjilbab sedang digoda sekelompok orang-orang tak dikenal. Suasananya terlih
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

Cairan amber itu berkilau di bawah temaram lampu apartemen. Felix memperhatikan setiap gerak-gerik Damian. Ia tahu betul seberapa besar dendam yang disimpan pria itu, dan ia juga tahu bahwa dendam sering kali menjadi bahan bakar terbaik sekaligus paling berbahaya dalam perang bisnis seperti ini.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

Begitu ia membuka pintu, matanya langsung membelalak. Lampu-lampu kecil tergantung di antara pepohonan, menciptakan suasana hangat dan romantis. Di tengah halaman, sebuah meja kecil dengan dua kursi sudah tertata rapi, lengkap dengan lilin yang menyala lembut. Dan di sana, berdiri seseorang yang sangat dikenalnya. Adrian. Pria itu mengenakan kemeja putih dengan lengan yang tergulung hingga siku. Wajahnya tampak sedikit tegang, tetapi matanya tetap memancarkan ketulusan yang selalu membuat Anisa merasa nyaman.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Gudang besar itu berdiri sendiri di ujung area, dikelilingi kontainer kosong dan pagar kawat yang sebagian sudah miring. Lampu di bagian depan mati. Gudang yang terlalu biasa untuk dijadikan kantor bisnis besar dan gelap. Satria memarkir motornya di samping bangunan dengan posisi menghadap keluar. Posisi siap meninggalkan tempat itu kapan saja. Saat mesin motor mati, sunyi langsung menelan semuanya. Ia turun perlahan. Sepatunya menginjak genangan tipis air laut bercampur oli.
10245.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai dalawampu
Tampilkan Ulasan (118)
Baca
+Pustaka
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Baca Semua Ulasan
OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua

OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua

Griya Tawang – 08:00 PM Lampu-lampu kota San Alexandria berkelap-kelip seperti hamparan permata yang tumpah di atas beludru hitam. Di lantai teratas Griya Tawang, Ernes melangkah keluar dari lift dengan napas yang sedikit memburu.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Dendam Bos Gila

Dendam Bos Gila

"Eh, itu ... nanti tunggu Om pulang dari luar kota." Tara bergegas pergi dan langsung menuju ke ATM terdekat untuk mengambil transferan. Setelahnya gadis itu langsung kembali ke rumah sakit untuk menemui sang mama. "Kamu darimana, Nak?"tanya Diana. "Ini, Ma," ucap Tara sembari mengulurkan sebuah amplop yang cukup tebal. "Uang apa ini?" "Sumbangan dari teman-teman di kantor. Terus sama--"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai dalawampu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status