MENIKAH DENGAN SULTAN
Tangisnya pecah, rasa sesal dan rasa bersalah bersarang di dadanya.
Hukum tabur tuai itu nyata. Jika menanam cabai, maka bersiaplah panen buahnya yang pedas, jika menanam tebu, bersiaplah memetik ranum dan manis airnya. Siapa menabur kebaikan, maka buahnya kebaikan pula. Seperti halnya Rinai yang sabar dan selalu berusaha membahagiakan Harum---perempuan yang disayanginya. Baktinya dibayar tunai dengan kemudahan, dengan keberlimpahan dan rejeki yang tak terduga. Sebalikanya jika menanam keburukan, maka buahnya pun tak akan beda. Seperti Angel yang selalu memaksakan kehendak dan hawa nafsu, tak ingin kalah dan tersaingi tanpa mau introspeksi dan memperbaiki diri, merasa dirinya lebih pantas, l