Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya
Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku.
Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.]
Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua.
Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.]
Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?"
Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa.
"Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian."
Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya.
"Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga."
"Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."