Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan yang tak Diinginkan

Pernikahan yang tak Diinginkan

Aku mengusap air mataku lalu mengangkat teleponnya. “Hallo, Assalamu'alaikum?” jawabku. “Wa'alaikum salam, Bu Reina. Kenapa Ibu tadi pagi pergi tanpa pamitan sama saya? Ibu pulang tidak diantarkan sama putra saya? Kata pak satpam Bu Reina pergi sangat pagi sekali, kenapa?” tanya bu Ningrum dari seberang sana. “Em, maaf, Bu, jika saya membuat Ibu khawatir. Saya hanya takut terlambat jika tidak buru-buru pulang.” Aku tidak mungkin menceritakan kejadian tadi malam.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

ucap Ameli sambil memegang tangan Bu Mila. Bu Mila menangis sambil memeluk Ameli. Dia tahu bahwa perjuangan puteri semata wayangnya itu sungguh luar biasa. Hari itu, hidup baru Ameli dimulai. Besoknya Ameli bersiap pergi untuk mencari kerja. Dengan ijasah S1 jurusan ekonomi yang dia punya, Ameli masuk ke pintu demi pintu perusahaan. Namun, belum juga melalui tahap seleksi berkas, Ameli sudah mendapat penolakan. Dan hal itu Ameli dapatkan di hampir semua perusahaan yang dia lamar. Setelah Ameli melakukan penelusuran, penolakan tanpa alasan yang dilakukan oleh hampir semua perusahaan yang dia lamar karena status Ameli yang merupakan Puteri dari Pak Danang Pamungkas.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Harold dan dia. "Saat ini aku pun harus segera pergi. Beberapa menit lagi, aku ada rapat dengan ketua tim lainnya. Kita akhiri sampai di sini saja. Jadi, aku mohon undur diri, permisi," pamit Sagara dengan sopan santunnya.
1013.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
(Not) A Wedding Agreement

(Not) A Wedding Agreement

Mereka tidak menuliskan ketentuan khusus dalam undangan yang disebar dan membebaskan siapa pun datang di waktu yang diinginkan. Tenang saja. Tidak ada masalah dalam prosesi membahagiakan tersebut. Tidak ada drama tak penting, seperti membatalkan pernikahan di detik-detik terakhir, kabur dari acara, atau perilaku lain yang sering muncul dalam adegan drama atau sinetron. Mereka sudah dewasa untuk tahu mana tindakan yang boleh dilakukan dan tidak. Jika memang tidak ingin menikah, mereka harus membatalkannya jauh-jauh hari sebelum undangan dikirim, bahkan sebelum rencana pernikahan disusun. Dengan begitu, tak ada pihak yang dipermalukan. Dan si calon pengantin bisa move on tanpa mendapat cibiran
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Undangan

Undangan

Anis Bunga Dewipetualanganmenegangkan
Kenyataan itu tidak bisa Erin terima begitu saja. Walaupun Rayhan tetap menelepon balik, tetap saja perasaan Erin tidak karuan. Rencananya mengajak Rayhan makan malam ditolak mentah-mentah. Padahal Erin sudah tidak bisa menahan rindunya terlalu lama. Bahkan Rayhan tidak pernah muncul sejak Rayhan singgah sebentar di rumahnya lalu pergi tanpa pamit pada malam pernikahan bosnya itu. Tidak ada kabar, tidak ada pesan atau telepon. Erin merasa terabaikan begitu saja. Harusnya dia tidak mengatakan perasaannya terburu-buru. Erin merutuki dirinya sendiri atas tindakan bodohnya itu. *
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

Ia mulai berpikir, jika ia pulang ke kotanya dan meninggalkan sewa apartemen dan pekerjaannya, akan sangat sayang dengan uang yang sudah ia keluarkan. Nico berdiri dan mulai beranjak dari sana setelah membayar minumannya. Ia hendak berjalan keluar namun begitu ia berbalik, lengannya bertabrakan dengan bahu wanita anggun itu. "Maaf!" ucap Nico cepat-cepat namun wanita itu tak memedulikannya dan terus berjalan melewati Nico. Nico sempat melihat sorot mata wanita itu, begitu hampa dengan wajah moleknya namun wanita itu terus berjalan hingga ia keluar dari bar.
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Perpisahan Tanpa Berpamitan

Perpisahan Tanpa Berpamitan

Ada seorang penerjemah bahasa Franc yang bekerja untuk suamiku. Mereka berhubungan sangat dekat. Terkadang, mereka bahkan berbagi kamar ketika bepergian untuk bekerja. Aku sangat terganggu oleh hal ini. Namun, suamiku menjelaskan dengan tidak sabar, "Pekerjaan Tara mengharuskannya untuk selalu bersamaku. Apa yang kamu pikirkan? Orang yang punya pikiran negatif akan selalu mikir yang nggak-nggak!" Aku juga merasa aku terlalu sensitif. Sampai suatu hari, di depanku, Tara berkata kepada suamiku dalam bahasa Franc, "Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?" Jovan menjawab, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini." Pada saat in
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Kepergian yang Tak Berujung Pulang

Kepergian yang Tak Berujung Pulang

Pada malam Festival Hari Kasih Sayang, aku meminta seseorang mengantarkan surat cerai kepada Andias Wirawan. Belum genap 15 menit, kepala pelayan sudah kembali membawa balasan singkat yang ditulis langsung olehnya. [ Bagus sekali. ] Pelayan pribadiku yang ikut mengantarku mulai memerah matanya. Dia merasa perlakuan yang kuterima sungguh tidak adil. "Kalian sudah tujuh tahun menjadi suami istri. Demi mengurus rumah tangga, kesehatan Nyonya sendiri bahkan terabaikan. Kenapa Pangeran begitu tega?" Aku menyibak tirai kereta kuda, membiarkan angin dingin menerpa wajahku. "Karena dia bahkan tidak membuka surat itu." Segel pada amplop masih utuh tanpa sedikit pun kerusakan. Dia bahkan tidak sudi m
351 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

Agatha terengah-engah begitu Damian mencabut dirinya. Pria itu mengecup kening Agatha. “Ayo, tidur.” “Bukannya sebentar lagi kamu harus ke jamuan makan malam?” Agatha mengingatkan. Damian menyurukkan kepala ke bahu telanjang Agatha. “Aku tak ingin datang.” “Tapi Papa mau pidato, Dam. Tega banget nggak datang ke momen penting sahabat sendiri.” Tangan Damian mengusap-usap perut Agatha. “Adit punya terlalu banyak momen penting. Aku lewatkan satu saja tak apa-apa.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Kuturunkan badan untuk mensejajarkan tinggi kami saat menjawabnya. Tanpa pamit atau bicara apapun, laki-laki yang sampai sekarang belum kutahu siapa namanya itu pergi begitu saja dengan anaknya. Bukan maksudnya tidak ikhlas membantu, tapi responnya pergi itu menurutku sedikit tak sopan. Astaga! Kenapa jadi memikirkan orang itu? Terserah dia mau pamit atau tidak. Kenapa jadi aku yang repot?
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 937 kali sebagai datang tak diundang pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status