Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Kakinya gemetar hebat dengan jari-jarinya mencengkeram seprai, mencoba mencari pijakan di tengah gelombang hasrat yang menerjang. "Aahh ... Dha-vaa! Nggak kuat!" rintih Diana. Dhava menyeringai puas di sela aksinya. Namun ia tidak berhenti, justru menghisap lebih kuat, menikmati getaran liar yang melanda tubuh wanitanya ini. "Terus, Baby," desah Dhava, suaranya terdengar berat, "Lepaskan semuanya. Enak, hm? Aku tahu kamu suka!"
9.956.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Rahim Satu Miliar Milik CEO Dingin

Rahim Satu Miliar Milik CEO Dingin

ucap Davian kembali dengan begitu lembut. “Hiks... Hiks...” Arsyana semakin menjadi tangisannya, dia tak peduli dengan apa yang di katakan oleh Davian. Dia terus menangis, mengikuti rasa sakit yang di rasakannya.’ “Kenapa? Kenapa aku harus menangis Davian?” pertanyaan itu tiba-tiba saja di lontarkan oleh Arsyana. “Nona?” Davian berusaha menangkap pertanyaan Arsyana.
9.310.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

Malam itu sadris di vc oleh mantanya,lalu ia mengangkatnya... "Ada apa va" "Gimana kabarmu sekarang dris" "Baik va,tumben kamu nelfon aku va? "Aku kangen sama kamu driss,dan tiba2 aku inget kenangan2 kita,susah banget buat ngelupain momen2 saat kita bareng" "Ia va,kadang2 aku juga keinget bahkan sampe kebawa mimpi,hehehe"
9.63.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Taktik Menaklukan Ayah Musuhku

Taktik Menaklukan Ayah Musuhku

Satu tetes air mata lolos dari sudut matanya, mengalir pelan menuruni pipinya yang memerah. Evelyn menunduk, menyembunyikan wajahnya, tapi tangannya masih mencengkeram erat kerah kemeja Davian seolah itu adalah satu-satunya pegangan yang ia miliki saat ini. Isak tangis tertahan mulai terdengar dari bibirnya. Melihat wanita muda di hadapannya yang terlihat begitu hancur dan rapuh, ada rasa iba yang menyelinap masuk dalam diri Davian.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai davichi cry again
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Arum Naru
Gr² judulnya jdi iseng mau baca dikit aja, tau2 udh bc smpai bab 119 dan smpai bab ini aku suka semua karakter yang ada disini, evelyn, Adriana, Victor, Julius, davian dkk. semuanya tu g ada yg aku benci karna punya perannya masing2. Adriana dan evelyn yg sejak awal udh jadi cegil duo favorit akuuu
Elisa avila
thor kok skrang cerita novel ini udah gak pernah mnggambarkan prasaan adriana & victor ya..? tiap ada bab yg mnceritakan adriana & vic, interaksinya terasa datar dan kaku sama sekali gak mnggambarkan suami istri yg saling mencintai, ayolah thor.. pmbaca paling suka dg luapan prasaan fl & ml yg manis
Baca Semua Ulasan
Try Not To Love

Try Not To Love

"Tenang ya. Ok sekarang cerita kenapa? Terus celana lo dimana?" "Hiks. Gue kan belom ambil ce-celananya. Hiks. Ta-tapi uda lo lepasin. Ya hanyut lah. Hiks" ya ampun. Jadi dirinya yang membuat Alea menangis. Duh maaf, Davichi tidak bermaksud begitu. "Te-terus gue pulangnya gimana? Masa iya ngga make celana. E-enak di lo dong" Davichi hampir menyemburkan tawanya melihat nada manja itu. Ditambah wajah Alea yang memerah karena menangis membuatnya semakin lucu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Terjebak Di Ranjang Tuan Muda

Terjebak Di Ranjang Tuan Muda

"Tch, menyebalkan!" Sangat menjengkelkan saat Vida terus menirukan ucapannya dengan wajah imut yang tidak berekspresi. Tapi pesona menggemaskan tersebut juga tak dapat diabaikan. Garis bibirnya melengkung samar ketika menemukan cara untuk membalas sikap menyebalkan Vida. "Cium aku." "Cium aku." Mata Vida terbelalak lebar kala tak bisa mengerem mulutnya. Dia buru-buru menutup mulut dengan kedua telapak tangan, membuat Davin terkekeh karena merasa menang.
1033.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Wanita Yang Menginginkan Suamiku

“Maaf, Vi, tapi kita nggak jodoh.” Davin lantas berpamitan pada orang tua Vivian yang terpaku menyaksikan drama di hadapan mereka. Vivian berlari mengejar Davin yang berjalan ke arah mobilnya. Davin segera masuk setelah membuka pintu dan langsung menyalakan mesin. Masih dilihatnya air mata Vivian yang semakin deras mengalir. Tapi Davin tidak tergugah. Kelemahannya memang air mata wanita. Tapi yang bisa membuatnya luluh hanya air mata Angelica.
1068.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

ucap lirih sang perempuan memotong si pria yang hendak bicara. Perempuan itu menyeka air mata yang tanpa ijinnya mengalir melewati pipi. Terlalu sering mengeluarkan air mata membuat kelopaknya terasa perih saat ia menyentuh area itu. Sang perempuan memalingkan muka saat matanya menangkap raut lelah pada wajah laki-laki yang dicintainya. Dari sudut mata, dia bisa melihat lawan bicaranya itu menunduk dan mengusap kasar wajahnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Menjaga Adik Sahabatku

Menjaga Adik Sahabatku

Gadis yang sejak tadi sedang meniru sebuah patung, akhirnya mulai merespon, bukan bicara, tetapi menangis, dia terisak-isak dalam kepedihan. Air mata kembali menderas, tersedu-sedu sampai Davian bingung, sekaligus dapat merasakan kerapuhan gadis ini, tangisan itu semakin melonjak. "Vemilla ..., aku tahu ini sangat menyakitkan, aku tahu kamu dirugikan dalam segala hal, tapi tolong ..., jangan seperti ini, hidup ini masih harus dijalani, iya, 'kan?" Davian berusaha untuk lebih sabar lagi.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Jerat Obsesi Empat Majikan Tampan

Dunianya seolah berputar, dan suara detak jantung dari monitor terdengar seperti genderang perang yang memekakkan telinga. “Dokter! Lakukan sesuatu! Kenapa dia kesakitan seperti itu?!” raung Davian, suaranya pecah menjadi isakan yang tak tertahankan. Air mata mengalir deras di pipinya, membasahi masker medis yang ia kenakan. Davian jatuh berlutut di samping ranjang, namun tangannya tetap tidak melepaskan jemari Viona. Ia menangis sesenggukan, sebuah pemandangan yang akan membuat siapa pun yang mengenalnya akan terperangah.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai davichi cry again
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status