DOSA TERMANIS - MENCINTAI MILIK IBU
Ia sengaja memperpanjang waktu mereka berdua.
Elara memeluk pinggangnya dari belakang, pipinya menempel di punggung Kael yang hangat. Air mata diam-diam mengalir di pipinya. "I love you, Kael," ucapnya lirih.
"Ngomong apaan? Aku nggak denger!"
"Nggak ada," balas Elara dan rona merah pipinya tampak jelas pada pantulan kaca spion.
"Nggak ngaku lagi," sahut Kael dengan setengah teriak, untuk imbangi suara kendaraan. Elara tersipu malu sambil mencubit kecil pinggang Kael.