Aku Sang Pria Pemuas
“Iya, aku Kandi, maaf ya Bang, aku mau istirahat dulu!”
“Oh silahkan mas, maaf menganggu, iiih jangan Abang dong…Sus ajee dehhh!”
Kandi hampir tertawa, karena Arthur agaknya dikit ngondek, terlihat dari gayanya yang klemer-klemer itu.
Hari Minggu, atau 4 hari kemudian setelah melayani Tante Ola.
Kandi bangun agak kesiangan, dia heran mendengar ada suara wanita di sebelah kamar, yang di tempati Arthur.