Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SaDriS

SaDriS

“Ke perbatasan,doni sedang dalam masalah” “doni siapa?aku siapa kamu siapa?” “asu” Sadris merasa bingung harus bagaimana,tidak mungkin dia mengajak doel.yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri... Brak Dengan keras sadris menutup pintu lalu menuju perbatasan seorang diri... Sesampainya disana terlihat wajah Doni yang berlumuran darah,dan tergeletak ditanah...
9.63.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Dendam Part4 Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Mamah kembali sadar, namun Mamah teramat membuat aku dan Papah semakin khawatir. Mamah terus meracau dan menyebut-nyebut nama Alena, perasaan hati ini semakin tidak karuan. "Alena ..., Alena, jangan tinggalkan Mamah, Nak. Jangan ..., Mamah tidak kuat, tidak kuat jika harus kehilangan kamu, Nak."
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Aku pergi dulu, malam baru pulang.” ~~~~ Meskipun terasa lambat, tetapi perkembangan Cita semakin menunjukkan progress yang baik. Cita mulai bisa bicara dengan lancar, dan menggerakkan kedua tangannya meskipun masih dalam gerakan terbatas. “Mi …” “Ya, Sayang?” Sandra duduk di samping Cita, dan tengah mengaduk bubur yang sebentar lagi akan disuapkan pada putrinya. “Kalau … aku nggak bisa jalan lagi gimana?” Cita sudah tahu bagaimana kondisinya saat ini. Cedera pada tulang belakangnya, membuat Cita saat ini tidak bisa memfungsikan kedua kakinya.
9.839.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Ace Tribes

Ace Tribes

Secepat kilat, belasan desing anak panah biasa memelesat membelah udara mendung kekaisaran. Petir itu terus berusaha menyambar anak panah hasil bidikan kesatria, tetapi Chryssant kesulitan untuk mengendalikan lebih banyak petir. Manik hitamnya kembali mengilat, ia mencoba mencari anak panah berujung besi panas yang terarah kepada suku Ace. Tetapi, di mana? Itu tidak terjangkau oleh visualnya. “Kita mundur.” Kaz menangkap lengan Chryssant. "Rysa!"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

Tapi bola typhoon itu terus memberikan perlawanan kepadanya. “Arrrgggghhhh,” teriak Daisuke menahan serangan dari Dhika. Daisuke melihat katana kembarnya mulai mengalami keretakan, dia tidak akan membiarkan itu terjadi. “Enchant Weapon,” teriaknya memberikan kekuatan lain kepada katana kembar yang dia gunakan untuk menahan serangan dari Dhika. Pada saat Daisuke sedang dibuat kesulitan menahan serangan tak terduga dari Dhika, Franco sudah ada di belakang tubuh Dhika. Dia sudah terbang ke atas dengan menggunakan sayap iblisnya.
9.920.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai daze brave frontier
Tampilkan Ulasan (63)
Baca
+Pustaka
Psychopath Tender
Gila, gila, ini mantap banget 😍 Dikemas dengan apik, gaya bahasanya gak sulit dan mudah dimengerti. Kebayang bumi tamat karena serangan makhluk jahat 😭rasa kek kiamat huhu. Ada scifi juga, mantul emang 🤩
Blue Leviatan
Bentar lagi yah Kak kemarin saya demam parah setelah sibuk kerjakan seluruh laporan akhir tahun, setelah sembuh dari sakit saya akan segera lanjutkan lagi bab berikutnya, terima kasih untuk yang masih bersabar untuk menunggu lanjutan cerita dari buku ini T.T
Baca Semua Ulasan
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Damar sadar bahwa Mela bukan lagi gadis polos yang ia tinggalkan bertahun-tahun lalu. Sebaliknya, Mela kini adalah wanita dewasa yang cerdas dan terampil. Hal yang paling mengganggunya adalah pesona baru yang dimiliki Mela. Pesona tersebut adalah aura dingin yang memancarkan kecerdasan dan bahaya. Aura ini justru secara berbahaya mengikat dirinya kembali ke perasaan lamanya yang ia kira sudah mati. Damar menyadari bahwa kini ia belum melupakan Mela seutuhnya. Masih ada perasaan yang tersimpan rapi di lubuk hati terdalamnya.
803 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Brave Heart

Brave Heart

bisik Mayang lirih. Seruni langsung jantungan mendengar cara Mayang berbisik. Apalagi ada ketegangan di nada suaranya. Sambil tetap menunduk, pelan-pelan Seruni melirik. Ada seorang gadis cantik dengan rambut buntut kuda, duduk bersisian dengan seorang bule gagah tatooan. Tidak ada yang aneh, selain mereka itu tampak serasi sekali. Mata Seruni baru membesar kala melihat orang yang duduk tepat di hadapan sang pasangan serasi. Antonio Brata Kesuma. Dan saat Seruni memandangnya, Antonio juga tengah menatap tepat di matanya. Mati!
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Api Dendam Brianna

Api Dendam Brianna

tanyaku dengan senyuman termanisku. “Kamu sebaiknya tidak mengonfrontasi kami, Brie. Kamu sendirian sedangkan kami ada tiga belas orang. Kamu jelas kalah jumlah,” kata Dimas memberi peringatan. “Oh, ya? Apa perlu teorimu itu kita uji?” tanyaku sambil berjalan mendekati mereka. Dimas menoleh ke arah Reza, lalu mengangguk. Pria itu menutup pintu di belakangku. Aku tersenyum. “Apa kalian akan maju sekaligus atau bergiliran? Pasti tubuh kalian melonjak bahagia membayangkan bisa menyentuh aku lagi, ‘kan?”
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Kaki gadis itu semakin menekan di pijakan motor, takut kepleset dan dia mental dari kuda besi yang sedang melaju cepat itu. Bruuuumm! "GUE NGGAK BAKAL MAU DI BONCENG LO LAGI!" BRUUUMMM!!! Lea akhirnya menubrukan diri ke punggung Argan. Terdengar benturan dari helm yang gadis itu pakai dengan punggung keras Argan. Lea memegang jaket laki-laki itu erat, matanya terpejam.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Davira

Davira

BRAAKK. Suara pintu yang dibuka kasar, Dava menoleh dan mendongak melihat siapa orang yang dengan lancang masuk keruangannya tanpa seizin dari dirinya. "Kau!" pekik Dava kaget dengan sosok yang berdiri menjulang di ambang pintu ruangannya yang terbuka. "Mau apa kau kemari?!" tanya Dava sarkastik. Haikal masuk dengan raut wajah marah. "Kenapa kau tak memberitahuku?"
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai daze brave frontier
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status