Dangerous Feeling
Damian, lagi-lagi pikiranku masih tentang dia, rasanya sangat Sulit untuk membuang semua tentang dia di dalam kepalaku, apalagi hatiku, aku benar-benar tidak punya kuasa untuk merubah semuanya seorang diri
Bahkan sekarang, aku sudah berbeda, aku merasa tidak baik untuk seorang Damian, sosok laki-laki yang teramat baik itu harus memiliki kekasih seperti diriku, sosok perempuan yang sudah tidak punya harga diri
Lamunan ku tentang Damian buyar begitu saja saat suuara kak Raven mengusik gendang telingaku
“ Apa kau akan tetap diam disini!” Ujarnya dingin, tatapan matanya berubah menjadi tajam, tak ada sebuah senyuman kecil terpampang diwajah tampannya, kak Raven ternyata sudah berada diluar tepat