Oleh-oleh dari Mertua
ucapnya sambil cengengesan menggaruk tengkuk, "Mungkin perlu ART."
"Gak mau pakai ART."
"Lha, kenapa? Bisa bantu-bantu 'kan? Biar gak capek."
"Nanti, mas, kecantol."
Dia seketika terbahak.
"Lucu?" Aku mendelik sebal.
"Iya. Lucu."
"Lucu apanya?"
"Cemburunya," balasnya cepat, "Percayalah, Sayang.
You are the one.
Enough of you.