Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu
Dia buru-buru menjawab, "Ya, itu aku. Saat itu aku sendiri di gunung, terus melukis, tapi nggak pernah puas. Lalu kamu datang, bilang kalau matahari terbenam di sana sangat indah dan tanya apa kamu boleh pinjam kanvasku untuk melukis pemandangan itu."
"Aku pun menyerahkan tempatku. Aku duduk di sampingmu, melihatmu perlahan menggambar matahari terbenam hari itu. Jujur saja, wajah seriusmu saat itu jauh lebih indah daripada matahari senja itu."
"Kei, sebenarnya perjodohan kita ini sudah kurencanakan sejak lama. Karena sejak hari study tour itu, aku sudah jatuh cinta padamu."
Hot Chapters