Dendam Dan Pengkhianatan
“Sekarang, dia benar-benar bagai laki-laki yang dungu! Dia bicara dengan nada yang begitu lembut, seolah tahu bagaimana caranya menjaga perkataan pada seorang perempuan. Tidak seperti dulu! Saat dimana aku, benar-benar menjadi sosok perempuan lemah tak berdaya! Kalimatnya keras bahkan tak sama sekali mencerminkan sikap orang baikkkk, aku bahkan dipermalukan dan dibantai dengan kejam lalu dicampakkan dan dibuang begitu sajaaaaaa.....”
Gendis, berujar penuh dendam dalam hati.
Ya, sikap dan rayuan maut sang juragan Bram itu benar-benar mengingatkan perempuan itu akan dendam masa lalunya, namun dia tetap sabar dalam menjalankan semu