Bersama Gadis Gila Di Konser
Roy hanya melihat jam tangannya dengan cemas dan berkata,
“Sudah larut, aku harus pergi. Aku masih harus ke rumah calon mertua beberapa kali. Kita lanjut lagi lain kali.”
Setelah dia pergi, aku pun kembali ke rumah.
Aku berbaring di ranjang dengan tangan di belakang kepala dan menatap langit-langit.
Aku terus mengenang kejadian di konser itu.
Gadis itu seperti bayangan, terus menghantui pikiranku dan tak kunjung hilang.
Entah masih ada kesempatan untuk bertemu lagi atau tidak?
Harus diakui, konser adalah tempat yang mudah untuk bertindak. Dengan berdesakan, pasti ada gesekan fisik.